PuGnaToR
Pugnator like 1942663.gifFreedom to Palestine - just join to my Blog

Kamis, 12 Mei 2011

IMAN


ان تؤ من با الله , وملا ئكته , وكتبه , ورسله , واليوم الاخير , وتؤ من بالقد ر خيره و شر ه




“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman kepada qadar , yang baik dan yang buruk.”
(HR.Bukhari dan Muslim dalam kitabul Iman)

KATA PENGANTAR
         
Puji syukur kehadirat Allah SWT,yang telah memberikan rahmat ilmu, hidayah akal serta kesempatan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang bertemakan IMAN dengan baik dan lancar.
Penyusunan makalah ini didasarkan oleh salah satu tugas PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  yang dibuat dalam bentuk makalah. Kami mengambil dari sumber tersebut dalam daftar pustaka dengan pengolahan seperlunya.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kekurangan, oleh karena itu kami memohon kritik dan saran yang membangun agar kami dapat menyusun makalah yang lebih baik lagi pada tahap berikutnya. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya, maupun bagi pembaca umumnya. Amin.






                        Bogor,....April 2011
                                                                                                                                                                                                                                                        Penulis
                                                            
                                   

DAFTAR ISI
Halaman
Daftar Nama Kelompok.....................................................................................................       2
KATA PENGANTAR…………………………...................……………………..........…       3                             
DAFTAR ISI………………………………………………………..…………..........……       4
BAB   I   PENDAHULUAN......................………..............…………………....................       5                                             
BAB   II  PEMBAHASAN ….........……….........................……......………….....……...        6                              A. PENGERTIAN IMAN...................................................................................................        6
B. IMAN DAN RUKUN IMAN...........................................................................        8
C. IMAN KEPADA ALLAH................................................................................        8
D. IMAN KEPADA MALAIKAT......................................................................        10
E. IMAN KEPADA KITAB-KITAB...................................................................        11
F. IMAN KEPADA PARA ROSUL....................................................................        13
G. IMAN KEPADA HARI AKHIR.....................................................................        14
H. IMAN KEPADA TAKDIR.............................................................................        18
BAB   III   PENUTUP…………………………………............................……………….        19
DAFTAR PUSTAKA…......................................…………………...……………………        20









BAB   I  
PENDAHULUAN
Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah  Yang Esa, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Tidak ada yang berhak disembah kecuali hanya Dia. Shalawat dan salam kepada Nabi Saw, keluarga, para sahabat, dan pengikut Beliau higga hari kiamat.
Aqidah adalah simpul keyakinan mukmin, dasar pijakan agamanya, dan pondasi seluruh gerak amalnya.Akan kabur keyakinan seorang muslim manakala aqidah keimanannya tidak lagi memiliki buhul yang kuat. Akan labil agamanya ketika aqidahnya tidak kuat. Amalnya akan kehilangan landasan dan arah, bahkan tidak diterima ketika aqidahnya telah rusak.
Karena itu, setiap muslim perlu bertanya dan terus melakukan koreksi apakah aqidah (keyakinan)nya sudah benar atau tidak. apakah aqidahnya sudah bersih dan murni. Apakah aqidahnya sudah bersumber kepada Al-Quran dan sunnah Nabi Saw.
Maka dari itu, setiap muslim diwajibkan untuk menuntut ilmu dari buaian hingga memasuki liang lahat, baik itu laki-laki dan perempuan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian ilmu mengenai IMAN, karena keimanan merupakan pokok yang sangat penting bagi seorang muslim dan muslimah yang mengakui dirinya beriaman setelah mengikrarkan Syahadatain.
Semoga dengan ini kita bisa lebih paham lagi tentang iman dan kita bisa memperdalam lagi keimanan kita dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat di dunia dan juga di akhirat kelak nantinya.









BAB   II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Iman
Iman menurut bahasa adalah membenarkan dan menunjukkan kerundukan dan pengakuan. Sedangkan menurut syara’ (istilah) iman adalah semua ketaatan lahir (perbuatan badanyang wajib maupun sunnah) dan batin (seperti perbuatan hati dengan pembenaran hati) singkatnya, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan (mengikrarkan) dengan lisan, dan mengamalkan dengan angggota badan. apa yang terpatri dalam hati dan dibenarkan oleh perbuatan. Buahnya tampak jelas pada pelaksanaan  perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Apabila pengakuan tanpa diikuti amal, maka ia tidak berguna.
      Iman merupakan perkataan dan perbuatan;
Ø  Perkataan hati dan lisan.
Ø  Perbuatan hati, lisan, dan anggota badan.
Ø  Perkataan hati adalah pembenaran, pengakuan dan keyakinannya.
Ø  Perkataan lisan adalah ikrarnya dengan perbuatan, yakni mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengamalkan semua konsekuensinya.
Ø  perbuatan hati adalah niat, penyerahan, ikhlas, ketundukan, kecintaan, dan keinginan hati untuk beramal shalih.
Ø  peerbuatan lisan dan anggota badan adalah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.
“Iman tidak sah kecuali dengan perbuatan. Perkataan dan perbuatan tidak sah kecuali dengan niat. Perkataan, perbuatan dan niat tidak sah kecuali selaras dengan sunnah”. Allah telah menyebutkan sifat
orang-orang mukmin sejati di dalam Al-Quran. Yaitu orang-orang yang beriman dan mengamalkan pokok-pokok agama dan cabang-cabang yang mereka imani, lahir batin. Pengaruh iman ini terlihat pada aqidah, perkataan-perkataan, dn perbuatan-perbuatan mereka, baik lahir maupun batin. Allah Swt berfirman,
انما المؤمنون الذ ين اذا ذ كرالله وَجِلَتْ قُلُوبهمْ واءِ ذَ تلِيَتْ عليهم ءَايتُهُ, زادَتْهُمْ اءيِمنًا و على ربهِمْ يَتَوَكلون{} الذين يُقِيمون الصلوةَ وممّا رزقْنــهـم ينفقــون{} اُوْلـىِكَ همُ المؤمنوْنَ حقًّاً, لهمْ درجتٌ عند ربّهمْ ومغْفرةٌ ورزْقٌ كر يمٌ{}/مم،

            “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetar hati mereka; dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.”(QS.Al-Anfal:2-4)
            Allah telah menyebut iman dan amal shalih secara beriringan di banyak ayat dalam Al-Quranul Karim. Allah berfirman:
ان الذين ءامنوا وعملوا الصىلحت كا نت لهم جنت  الفردوس نزلا
“sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih bagi mereka adalah Surga Firdaus yang menjadi tempat tinggal.”(QS.Al-Kahfi:107)



B.  IMAN DAN RUKUN-RUKUN IMAN

ان تؤ من با الله , وملا ئكته , وكتبه , ورسله , واليوم الاخير , وتؤ من با لقد ر خيره و شر ه
“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, hari akhir dan engkau beriman kepada qadar , yang baik dan yang buruk.” (HR.Bukhari dan Muslim dalam kitabul Iman)
     Iman adalah berdasarkan kepada enam rukun tersebut. Apabila satu rukun gugur, maka seseorang bukanlah mukmin sama sekali, karena ia tidak memiliki salah satu rukun iman. Iman tidak berdiri kecuali di atas semua rukunnya secara sempurna. Seperti sebuah bangunan, ia tidak akan tegak  kecuali di atas semua pondasinya.enam perkara ini dikenal dengan nama’rukun iman'. Maka, iman tidaklah sempurna kecuali apabila ia mencakupnya  secara keseluruhan dalam  pormat yang benar sesuai dengan tuntunan kitab dan sunah. Barangsiapa mengingkari salah satunya, maka dia bukanlah seorang mukmin.

1.      Iman Kepada Allah
Iman kepada Allah Ta’ala adalah keyakinan yang kokoh terhadap wujud (keberadaan) Allah. Bahwa Allah mempunyai sifat-sifat sempurna dan agung, dan bahwa hanya Allah lah yang berhak untuk disembah. Hati meyakini hal itu dengan keyakinan yang pengaruhnya terlihat dalam tingkah laku seseorang, berupa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ini adalah dasar dan otak dari aqidah Islamm sebagi dasar utama. Semua rukun aqidah bersandar dan berinduk kepadanya.
Iman kepada Allah mengandung kepercayaan terhadap keesaan Allah dan bahwa Allah berhak untuk disembah, karena wujud-Nya tidak diragukan. Wujud-Nya telah telah ditunjukkan oleh fitrah, akal, syara, dan panca indara.
Termasuk iman kepada Allah Ta’ala adalah iman kepada keesaan-Nya, dan asma serta sifat-sifat-Nya, dengan mengakui, meyakini dan memahami tiga macam tauhid. Yaitu:
·         Tauhid Rububiyah.
·         Tauhid Uluhiyah.
·         Tauhid asma’ wa sifat.


1a. Tauhid Rububiayah
                        Artinya, keyakinan yang kokoh bahwa hanya Allah lah Rabb (Tuhan) dan pemilik segala sesuatu. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia lah Dzat Maha Pencipta, Pemberi rizki, Yang menghidupkan dan mematikan. Termasuk juga iman kepada qadha dan qadar-Nya dan keesaan Dzat-Nya. Singkatnya, mengesakan Allah dalam segala perbuatan-Nya.
الحمدلله رب العلمين
“segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”(QS.Al-Fatihah:1)
            2a. Tauhid Uluhiyah
                   Yaitu, mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba. Dinamakan juga tauhid ibadah, yang berarti keyakinan yang kokoh bahwa Allah adalah Tuhan yang haq (benar). Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Semua sesembahan selain Dia adalah batil. Setiap hamba wajib mengesakan-Nya dengan ibadah, ketundukan dan ketaatan yang mutlak. Dia tidak disekutukan dengan sesuatu apapun. Tak satu pun ibadah yang ditujukan kepada selain Dia (seperti shalat, puasa, zakat, haji, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, khauf, harapan, cinta dan ibadah-ibadah lain secara lahir maupun batin). Hendaknya Dia disembah dengan rasa cinta, takut dan harapan sekaligus, dan yang menyembah-Nya dengan sebagian saja adalah sesat. Allah berfirman:
ايا ك نعبد و ايا ك نستعين
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”(QS.Al-Fatihah:5)
وما خلقت الجن و الاءنس الا ليعبدون
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”(QS.Adz-Dzariyaat:56)
قل ان صلاتى ونسكى ومحيا ى و مما ني لله رب العلمين()  لا شريك له وبذ لك اُمرت و انا اوّل المسلمين
katakanlah, ‘sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah.”(QS.Al-An’am:162-163)



            3a. Tauhid Asma dan Sifat
                        Artinya, keyakinan yang kuat bahwa Allah mempunyai asmaul husna (nama-nama yang sangat bagus) dan sifat-sifat yang mulia. Dia memiliki semua sifat kesempurnaan, tersucikan dari segala sifat kekurangan, dan hanyalah Allah yang mempunyai semua itu, bukan selain-Nya.
ليس كمثله شىءٌ و هو السّميع البصير
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia dan Dia lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS.Asy-Syura:11)
و لله الاً سما ء الحسنى فا د عو ه بها وذ روْا الذ ين يلحدو ن في اًسْمىِه سيجزَوْنَ ما كا نوا يعملون
“Hanya milik Allah asmaul husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”(QS.Al-A’raf:180)
2.   Iman Kepada Malaikat
Iman kepada Malaikat adalah mengimani keberadaan mereka dengan keimanan yang kuat, tidak tergoyahkan oleh keraguan dan kebimbangan. Allah berfirman:
ءامن الرسول بما انزل اليه من ربه والمؤمنون كل ءامن بل لله و ملىِكته وكتبه ورسله
“Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya, demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepda Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya.”(QS.Al-Baqarah:285)
Barang siapa mengingkari wujud Malaikat, maka ia telah sesat. berdasarkan firman Allah:
ومن يكفر با لله و ملـىـكته و كتبه ورسله واليوم الاخر فقد ضل ضللا بعيدا
“Barangsiapa kafir kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”(QS.An-Nisaa’:136)
Diantara malaikat yang wajib kita imani adalah Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu, Mikail yang bertugas membagi hujan, Israfil yang bertugas meniup sangkakala, Malaikat Israil yang bertugas mencabut nyawa, Malik penjaga Neraka, Ridwan penjaga Surga, dan dua Malaikat kubur yaitu Munkar dan Nankir. Mereka adalah hamba-hamba yang diciptakan oleh Allah dari Nur (cahaya). Mereka adalah zat-zat yang nyata, bukan perkara-perkara maknawi atau kekuatan tersembunyi. Mereka adalah salah satu makhluk Allah yang menempati langit. Mereka dekat kepada Allah, dimuliakan, tidak makan dan tidak minum.

3.   Iman Kepada Kitab-Kitab
Seorang muslim dan muslimah haruslah beriman dan meyaikini dengan pasti bahwa Allah telah menurunkan kepada Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab yang memuat perintah-Nya, larangan-Nya, ancaman-Nya dan apa yang diinginkan Allah dari hamba-hamba-Nya.Dalam kitab-kitab itu terdapat petunjuk dan cahaya. Allah berfirman:
ءامن الرسول بما انزل اليه من ربه والمؤمنون كل ءامن بالله وملئكته وكتبه ورسله
Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman, semua beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya.”(QS.Al-Baqarah:285)
الر, كتـب انزلنـه اليك لتخرج النا س من الظلمـت الى النور ناذن ربهم الئ صرط العزيز الحميد
“Alif Laam raa, Ini adalah Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izinTuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Terpuji.”(QS.Ibrahim:1)
Kitab-kitab itu adalah Taurat, Zabur, Injil, Al-Quran, suhuf Ibrahim dan Musa. Yang paling agung adalah Al-Quran, ia paling utama dan sebagai nasikh(penghapus) bagi yang lain.
Ketika Allah menurunkan Kitab-Kitab, kecuali Al-Quran. Allah tidak menjamin untuk menjaganya, akan tetapi Allah meminta para ahbar (para ahli ibadah) dan rabbaniyyin(para pendeta) untuk menjaganya. Namun mereka tidak menjaganya dan tidak melindunginya dengan sebaik-baiknya, maka terjadilah perubahan dan pergantian.
Al-Quranul Karim adalah kalam Rabbul a’lamin, Kitab-Nya yang nyata. Ia diturunkan oleh Allah kepada Rasul-Nya, Muhammad bin Abdullah, agar menjadi landasan ummat, untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, membimbing mereka menuju kebenaran dan jalan yang lurus.
Didalam Al-Quran Allah menjelaskan tentang berita-berita orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, tentang penciptaan langit dan bumi, penjelasan terperinci tentang halal haram, prinsip-prinsip adab, akhlak, hukum-hukum ibadah dan muamalat, sejarah para Nabi dan orang-orang kafir. Menyifati Surga sebagai negeri kaum muslimin dan menyifati Neraka sebagai negeri kaum kafirin. Allah menjadikan Al-Quran sebagai obat penyakit hati, penjelasan terhadap segala sesuatu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang mukmin. Allah berfirman “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”(QS.An-Nahl:89)
Semua wajib mengikuti dan menjadikan Al-Quran sebagai dasar hukum bersama sunnah yang shahih dari Nabi saw karena Allah mengutus Rasul-Nya kepada seluruh jin dan manusia untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa yang diturunkan kepada mereka. Al-Quran tidak diturunkan sekaligus secara menyeluruh kepada Rasulullah saw, akan tetapi secara berangsur-angsur. Yakni, terpisah menurut kejadian-kejadian atau jawaban dari pertanyaan, atau berdasarkan situasi dan kondisi   selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Al-Quranul karim terdiri dari 114 surat, 86 surat diturunkan di Makkah dan 28 surat diturunkan di Madinah. Yang pertama dikenal dengan nama Makkiah dan yang kedua dikenal sebutan Madaniyah. Di dalam Al-Quran terdapat 29 surat yang diawali dengan huruf-huruf.
4.   Iman Kepada Para Rasul
Beriman kepada Rasul-rasul adalah kita mempercayai juga meyakini bahwa Allah telah mengutus para Rasul-Nya kepada manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, serta penyeru kepada agama yang benar untuk memberi petunjuk.
رُسلا مبشر ين و منذ رين لئلا يكون للنا س علئ الله حجه بعد الرسل وكا ن الله عزيزا حكيما
“(Mereka Kami utus) selaku Rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya Rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS.An-Nisaa’:165)
Allah telah mengutus para Rasul-rasul dan Nabi-nabi dalam jumlah yang besar. Di antara mereka ada yang Allah sebutkan di dalam Kitab-Nya atau melalui sabda Nabi-Nya. Dan ada pula yang Allah tidak memberitahukannya kepada kita.”dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu. Di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu, dan diantara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu”(QS.Ghafir:78)
Nabi dan Rasul yang disebutkan namanya di dalam Al-Quran ada 25. Mereka adalah; Adam(bapak manusia), Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf,  Ayyub, Syua’ib, Musa, Harun, Dzulkifli, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad saw (penutup para Nabi dan Rasul).

5.   Iman Kepada Hari Akhir
Artinya, keyakinan yang pasti dan pembenaran yang sempurna terhadap hari Kiamat dan mengimani semua perkara yang terjadi sesudah mati yang diberitahukan oleh Allah dalam kitab-Nya dan oleh Rasul-rasul-Nya, sehingga penduduk Surga masuk ke Surga dan penghuni Neraka masuk Neraka. kita tidak dapat mengetahui kapan terjadinya Hari Kiamat itu karena Hanya Allah lah yang tahu tentang kapan itu terjadi.
ان الله عنده  علم السا عه
Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat”(QS.Luqman:34)
Apabila Allah merahasiakan waktu datangnya hari Kiamat dari hamba-hamba-Nya, maka tidak demikian dengan tanda-tandanya. Allah telah meletakkan tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya hari Kiamat. Kita sebagai seorang Mukmin haruslah beriman kepada semua kejadian yang merupakan tanda-tanda Kiamat Shughra (kecil) maupun Kubra (besar). Sebagian tanda terjadinya Kiamat:
Tanda-tanda kiamat shughra
Adalah tanda-tanda yang mendahului Kiamat jauh-jauh hari. Ia termasuk perkara biasa. Sebagian diantaranya bisa muncul bersamaan dengan tanda-tanda Kiamat Kubra, tanda-tanda Kiamat shughra sangatlah banyak, diantaranya:
·         Diutusnya Nabi Muhammad saw, ditutupnya kenabian dan kerasulan olehnya. wafatnya beliau, penaklukan Baitul Maqdis, munculnya finah-fitnah, pengikutan terhadap tradisi Yahudi dan Nasrani, serta munculnya para pendusta dan pengaku Nabi.
·         Diletakkannya hadis-hadis palsu atas nama Rasul saw, ditolaknya sunnah Beliau, banyaknya kebohongan, diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan dan kerusakan, matinya orang-orang shalih, terbukanya tali simpul Islam satu demi satu, berkumpulnya umat-umat memusuhi umat Muhammad saw lalu Islam dan pengikutnya menjadi asing.
·         Banyaknya pembunuhan, mengharap kematian karena beratnya ujian,banyaknya kematian secara mendadak dan kematian akibat gempa dan penyakit, menipisnya jumlah kaum lelaki, banyaknya jumlah kaum wanita, munculnya wanita-wanita bepakaian tetapi telanjang, merebaknya zina di jalan-jalan, dan munculnya penguasa yang zholim.
·         Disia-siakannya amanat, urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, hamba sahaya wanita melahirkan majikannya, saling berlomba meninggikan bangunan, berubahnya zaman hingga disembahlah berhala-berhala, dan munculnya kesyirikan pada umat.
·         Mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenal, beredarnya harta melimpah ditangan manusia tetapi tanpa disyukuri, banyaknya sumpah palsu, membenci dan memusuhi, diputuskannya siaturrahim, dan buruknya bertetangga, meremehkan sunnah yang dianjurkan Islam, dan kebenaran mimpi seorang mukmin.
·         Ditaklukkannya Roma sebagaimana Konstantinopel telah ditaklukkan, dan masih banyak lagi tanda-tanda Kiamat shughra yang termaktub dalam hadis-hadis shahih.

Tanda-tanda Kiamat Kubra
Inilah tanda-tanda yang menunjukkan dekatnya Kiamat. Apabila ia muncul maka Kiamat datang tidak lama sesudahnya.
·         Munculnya Mahdi, Dia adalah Muhammad bin Abdullah dari kalangan Ahlul Bait Nabi saw. Dia muncul dari timur, berkuasa selama 7 tahun, menaungi bumi dengan keadilan dan ketentraman setalah sebelumnya dinaungi kezhaliman dan kekacuan. Pada masanya, umat mendapatkan nikmat yang belum pernah mereka rasakan. Bumi menumbuhkan pohon-pohon, langit mencurahkan airnya, dan harta dibagi-bagi tanpa batas.
·         Munculnya Almasih Dajjal. Turunnya Isa bin Maryam as. dari menara putih sebelah timur Damaskus (Syam). Ia berhukum kepada syariat Muhammad saw dan mengamalkannya. Ia membunuh Dajjal, memerintah di bumi dengan Islam. Ia turun bersama Thaifah Mansurah (kelompok yang tertolong) yang berjihad diatas kebenaran. Mereka bersatu memerangi Dajjal. Ia turun pada saat masuk waktu shalat dan Ia pun shalat di belakang Amir (pemimpin) kelompok tersebut.
·         Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, munculnya tiga penenggelaman di timur, barat dan jazirah Arab. Keluarnya dukhan (asap), terbitnya matahari dari barat, keluarnya binatang bumi yang melata dan bisa berbicara kepada manusia, serta munculnya apai yang menggiring manusia.
Beriman kepada yang ghaib yang terjadi sesudah mati yang diberitakan oleh Allah dan Rasulnya. Misalnya, sakaratul maut, datangnya malaikat maut, dan hari Pada saat akan terjadinya Kiamat kubro yaitu pada saat sangkakala akan ditiup dengan tiga kali tiupan.
·         pertama, Nafkhatul Faza’ (tiupan ketakutan).
·         kedua, Nafkhatus Sha’iq (tiupan kematian), yang karenanya alam semesta berubah tatanannya. Tiupan ini menyebabkan fana (kebinasaan) dan kematian, dan matilah siapapun yang diputuskan oleh Allah.
·         ketiga, Nafhatul Ba’ats (tiupan kebangkitan dan pengumpulan) dimana manusia bangkit dari kubur masing-masing untuk menghadap Rabbul ‘Alamin.
Dan bahwasanya Allah menghidupkan manusia dari kuburnya, lalu manusia bangkit kepada Rabbil ‘Alamin dalam keadaan tidak beralas kaki, tanpa penutup badan dan belum dikhitan. Matahari dedekatkan kepada mereka. Diantara mereka ada yang ditenggelamkan oleh keringatnya, dan orang yang pertama dibangkitkan dan dikeluarkan dari kuburnya adalah Nabi saw.
Pada hari yang besar tersebut manusia keluar dari kuburnya seperti belalang yang beterbangan. Mereka bergegas, datang dengan cepat untuk menjawab penyeru. Semua gerakan menjadi tenang, diliputi rasa diam yang menakutkan, dimana catatan-catatan amal dibeberkan. Maka terbukalah yang tersembunyi, tersingkaplah yang tertutup, dan terbongkarlah apa yang tersimpan di dada.
Hari perhitungan (yaumil mizan) yaitu hari dihitung atau ditimbangnya amal manusia dengan timbangan yang mempunyai dua daun timbangan. Amal-amal manusia ditimbang dengannya.
Hari pembagian (yaumul diwan) yaitu dibagikannya lembar catatan amal. Maka ada yang menerima catatannya dengan tangan kanan, ada pula yang menerimanya dengan tangan kiri atau dari belakang punggungnya.
Shirat (titian/jembatan) dibentangkan di atas Jahannam. Orang-orang Baik bisa melewatinya dan orang-orang yang Fajir (pendosa) tersungkur. Masing-masing melewatinya berdasarkan amalnya. Ada yang melewatinya seperti sekejap mata, ada yang melewatinya seperti kilat,
ada yang melewatinya seperti angin yang berhembus, ada yang melewatinya seperti kuda yang berlari, ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang merangkak, dan ada yang tersangkut lalu terlempar ke dalam Neraka Jahannam. Masing-masing tergantung pada amalnya. sehingga ia bersih dari dosa-dosa dan kesalahan–kesalahan. Barangsiapa yang telah melewati shirat , maka ia bersiap-siap masuk Surga. Apabila telah melewati Shirat, mereka akan berhenti di jembatan antara Surga dan Neraka, lalu mereka saling meng-qishas (perhitungan hak kewajiban di dunia antara sesama yang belum terselesaikan di dunia). Maka apabila mereka sudah benar-benar bersih dan suci, mereka pun diizinkan masuk Surga.
6.   Iman Kepada Takdir
Yaitu meyakini secara pasti bahwa semua kebaikan dan keburukan terjadi dengan keputusan dan takdir Allah,  dan bahwa Allah melakukan apa yang Dia inginkan. Segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya dan tidak keluar dari kehendaknya dan peraturan-Nya. Dia mengetahui semua yang terjadi, sebelum ia terjadi dan yang akan terjadi sejak zaman azali. Dia telah mentakdirkan takdir-takdir bagi semua yang ada sesuai dengan ilmu-Nya dan tututan hikmah-Nya. Dia mengetahui segala hal tentang hamba-hambanya, mengetahui rizki, ajal, dan perbuatan-perbuatan mereka dan yang lainnya.
Singkatnya Qadar ialah semua perkara yang telah diketahui oleh Ilmu Allah dan telah ditulis oleh pena dari perkara-perkara yang terjadi untuk selama-lamanya. Allah berfirman:
سنة الله في الذين خلوا من قبل و كا ن امرالله قدرا مقدورا
“(Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada Nabi-Nabi yang telah berlalu dahulu, dan adalah ketetapan itu sesuatu ketetapan yang pasti berlaku.”(QS.Al-Ahzab:38)

BAB III
PENUTUP
Segala puji bagi Allah dengan karunia-Nya segala kebaikan bisa terlaksana.
Bab penutup ini merangkum pokok-pokok pikiran terpenting. antara lain :
1.    Istilah “aqidah” di dalam terminologi umum bermakna sesuatu yang diyakini oleh manusia dan dipegang oleh hatinya, benar maupun salah.
2.    Aqidah Islam adalah kepercayaan yang mentap kepada Allah para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, Qadar yang baik dan buruk. Juga kepercayaan kepada seluruh muatan Al-Quran dan as-Sunnah yang berupa pokok-pokok agama dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih, dan kepasrahan total kepada Allah Ta’ala dalam hal keputusan hukum, perintah, syara’, maupun takdir, serta ketundukan kepada Rasulullah saw dengan cara mematuhi dan mengikutinya.

Akhirnya, kita memuji Allah bahwa kita dijadikan-Nya sebagi bagian dari umat Rasul saw. Dan kita memohon kepada-Nya agar menyempurnakan nikmat dan karunia-Nya kepada kita.
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga keselamatan senantiasa dilimpahkan kepada Rasul saw. beserta segenap keluarga dan sahabat juga para pengikutnya. Amin..


DAFTAR PUSTAKA
1.    Akhbar Al-Ahad fi Al-Hadits an-Nabawi, Syaikh DR.Abdullah bin Jibrin, Daar Thoybah, cetakan I, 1408 H/ 1987 M.
2.    Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari ,Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamad,1427 H/ 2006 M, Ringkasan Keyakinan Islam,Surabaya,Pustaka La Raiba Bima Amanta (eLBA).

Senin, 09 Mei 2011

Listing CMD.EXE-MYSQL.EXE


Microsoft Windows [Version 6.1.7601]
Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation.  All rights reserved.

C:\Users\User>cd..

C:\Users>cd..

C:\>cd apache2triad\mysql\bin

C:\apache2triad\mysql\bin>mysql.exe
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 1 to server version: 5.0.18-nt-log

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.

mysql> show databases
    -> show databases;
ERROR 1064 (42000): You have an error in your SQL syntax; check the manual that
corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 'show
databases' at line 2
mysql> show databases;
+--------------------+
| Database           |
+--------------------+
| information_schema |
| mysql              |
+--------------------+
2 rows in set (0.13 sec)

mysql> create database pesawat;
Query OK, 1 row affected (0.07 sec)

mysql> use databases pesawat;
ERROR 1049 (42000): Unknown database 'databases'
mysql> show databases;
+--------------------+
| Database           |
+--------------------+
| information_schema |
| mysql              |
| pesawat            |
+--------------------+
3 rows in set (0.00 sec)

mysql> use database pesawat;
ERROR 1049 (42000): Unknown database 'database'
mysql> use pesawat;
Database changed
mysql> show tables;
Empty set (0.03 sec)

mysql> create table karyawan(kd_kar char (3) primary key,nm_kar varchar(10),alam
at varchar (20),telephon varchar (15));
Query OK, 0 rows affected (0.06 sec)

mysql> insert into pesawat values("dis","dio septiansyah","cengkareng","1234564"
);
ERROR 1146 (42S02): Table 'pesawat.pesawat' doesn't exist
mysql> insert into karyawan values("dis","dio septiansyah","cengkareng","1234564
");
Query OK, 1 row affected, 1 warning (0.03 sec)

mysql> insert into karyawan values("sis","salsabila putri","bsd","789101112");
Query OK, 1 row affected, 1 warning (0.00 sec)

mysql> insert into karyawan values("dwm","dwiantomi","pondok aren","112233445566
767");
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> describe karyawan;
+----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| Field    | Type        | Null | Key | Default | Extra |
+----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| kd_kar   | char(3)     | NO   | PRI |         |       |
| nm_kar   | varchar(10) | YES  |     | NULL    |       |
| alamat   | varchar(20) | YES  |     | NULL    |       |
| telephon | varchar(15) | YES  |     | NULL    |       |
+----------+-------------+------+-----+---------+-------+
4 rows in set (0.00 sec)

mysql> select *from karyawan;
+--------+------------+-------------+-----------------+
| kd_kar | nm_kar     | alamat      | telephon        |
+--------+------------+-------------+-----------------+
| dis    | dio septia | cengkareng  | 1234564         |
| sis    | salsabila  | bsd         | 789101112       |
| dwm    | dwiantomi  | pondok aren | 112233445566767 |
+--------+------------+-------------+-----------------+
3 rows in set (0.01 sec)

mysql> create table pesawat (kd_pesawat char (7) primary key,nm_pesawat varchar(
10),tujuan varchar (20),harga int);
Query OK, 0 rows affected (0.01 sec)

mysql> describe pesawat;
+------------+-------------+------+-----+---------+-------+
| Field      | Type        | Null | Key | Default | Extra |
+------------+-------------+------+-----+---------+-------+
| kd_pesawat | char(7)     | NO   | PRI |         |       |
| nm_pesawat | varchar(10) | YES  |     | NULL    |       |
| tujuan     | varchar(20) | YES  |     | NULL    |       |
| harga      | int(11)     | YES  |     | NULL    |       |
+------------+-------------+------+-----+---------+-------+
4 rows in set (0.01 sec)

mysql> insert into pesawat values("grd","garuda indonesia","bali",800000);
Query OK, 1 row affected, 1 warning (0.00 sec)

mysql> insert into pesawat values("lia","lion air","surabaya",600000);
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> insert into pesawat values("aia","air asia","batam",550000);
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> select *from pesawat;
+------------+------------+----------+--------+
| kd_pesawat | nm_pesawat | tujuan   | harga  |
+------------+------------+----------+--------+
| grd        | garuda ind | bali     | 800000 |
| lia        | lion air   | surabaya | 600000 |
| aia        | air asia   | batam    | 550000 |
+------------+------------+----------+--------+
3 rows in set (0.00 sec)

mysql> alter table karyawan add jnsklamin varchar (6);
Query OK, 3 rows affected (0.05 sec)
Records: 3  Duplicates: 0  Warnings: 0

mysql> select *from karyawan;
+--------+------------+-------------+-----------------+-----------+
| kd_kar | nm_kar     | alamat      | telephon        | jnsklamin |
+--------+------------+-------------+-----------------+-----------+
| dis    | dio septia | cengkareng  | 1234564         | NULL      |
| sis    | salsabila  | bsd         | 789101112       | NULL      |
| dwm    | dwiantomi  | pondok aren | 112233445566767 | NULL      |
+--------+------------+-------------+-----------------+-----------+
3 rows in set (0.00 sec)

mysql> alter table karyawan modify jnsklamin varchar(1);
Query OK, 3 rows affected (0.06 sec)
Records: 3  Duplicates: 0  Warnings: 0

mysql> describe karyawan;
+-----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| Field     | Type        | Null | Key | Default | Extra |
+-----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| kd_kar    | char(3)     | NO   | PRI |         |       |
| nm_kar    | varchar(10) | YES  |     | NULL    |       |
| alamat    | varchar(20) | YES  |     | NULL    |       |
| telephon  | varchar(15) | YES  |     | NULL    |       |
| jnsklamin | varchar(1)  | YES  |     | NULL    |       |
+-----------+-------------+------+-----+---------+-------+
5 rows in set (0.06 sec)

mysql> alter table karyawan change jnsklamin jenis_klm varchar(1);
Query OK, 3 rows affected (0.02 sec)
Records: 3  Duplicates: 0  Warnings: 0

mysql> describe karyawan;
+-----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| Field     | Type        | Null | Key | Default | Extra |
+-----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| kd_kar    | char(3)     | NO   | PRI |         |       |
| nm_kar    | varchar(10) | YES  |     | NULL    |       |
| alamat    | varchar(20) | YES  |     | NULL    |       |
| telephon  | varchar(15) | YES  |     | NULL    |       |
| jenis_klm | varchar(1)  | YES  |     | NULL    |       |
+-----------+-------------+------+-----+---------+-------+
5 rows in set (0.00 sec)

mysql> alter table karyawan drop jenis_klm;
Query OK, 3 rows affected (0.05 sec)
Records: 3  Duplicates: 0  Warnings: 0

mysql> describe karyawan;
+----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| Field    | Type        | Null | Key | Default | Extra |
+----------+-------------+------+-----+---------+-------+
| kd_kar   | char(3)     | NO   | PRI |         |       |
| nm_kar   | varchar(10) | YES  |     | NULL    |       |
| alamat   | varchar(20) | YES  |     | NULL    |       |
| telephon | varchar(15) | YES  |     | NULL    |       |
+----------+-------------+------+-----+---------+-------+
4 rows in set (0.01 sec)

mysql> update pesawat set tujuan="jogyakarta" where kd_pesawat="grd";
Query OK, 1 row affected (0.23 sec)
Rows matched: 1  Changed: 1  Warnings: 0

mysql> select *from pesawat;
+------------+------------+------------+--------+
| kd_pesawat | nm_pesawat | tujuan     | harga  |
+------------+------------+------------+--------+
| grd        | garuda ind | jogyakarta | 800000 |
| lia        | lion air   | surabaya   | 600000 |
| aia        | air asia   | batam      | 550000 |
+------------+------------+------------+--------+
3 rows in set (0.00 sec)

mysql> select *from nm_kar;
ERROR 1146 (42S02): Table 'pesawat.nm_kar' doesn't exist
mysql> select nm_kar *karyawan;
ERROR 1054 (42S22): Unknown column 'nm_kar' in 'field list'
mysql> select nm_kar from karyawan;
+------------+
| nm_kar     |
+------------+
| dio septia |
| salsabila  |
| dwiantomi  |
+------------+
3 rows in set (0.01 sec)

mysql> select *from karyawan where kd_kar="sis";
+--------+------------+--------+-----------+
| kd_kar | nm_kar     | alamat | telephon  |
+--------+------------+--------+-----------+
| sis    | salsabila  | bsd    | 789101112 |
+--------+------------+--------+-----------+
1 row in set (0.01 sec)

mysql> select nm_pesawat from pesawat where tujuan="jogyakarta;
    "> select nm_pesawat from pesawat where tujuan="jogyakarta";
    "> select nm_pesawat from pesawat where tujuan="jogyakarta";
    "> select nm_pesawat from pesawat where tujuan = "jogyakarta";
    "> "
    -> ;
ERROR 1064 (42000): You have an error in your SQL syntax; check the manual that
corresponds to your MySQL server version for the right syntax to use near 'jogya
karta";
select nm_pesawat from pesawat where tujuan="jogyakarta";
select nm' at line 1
mysql> select nm_pesawat from pesawat where tujuan = "jogyakarta";
+------------+
| nm_pesawat |
+------------+
| garuda ind |
+------------+
1 row in set (0.00 sec)

mysql>

Menerima Diri Sendiri

A. Pengertian Menerima Diri Sendiri
            Suatu sikap memandang, melihat sebagaimana adanya dan menerima secara baik disertai rasa percaya diri dan bangga, sambil terus berusaha demi kemajuan dirinya, dapat dikatakan adalah pengertian menerima diri sendiri.
Mencintai diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan atribut dalam hidup ini memang susah-susah, gampang. Coba perhatikan, berapa banyakkah orang memutuskan untuk menjadi trendsetter atau follower. Sebenarnya nggak ada masalah, mau menjadi trendsetter atau follower, karena ternyata ada sebagian orang yang memandang bahwa hidup ini adalah proses, ada juga yang memandang bahwa hidup haruslah “result oriented”, hasil harus real, nyata dan ada juga yang menggabungkan keduanya. Sepertinya tidak ada yang salah dengan pilihan-pilihan itu, bukankah inilah yang membuat cerita hidup jadi makin seru. Apapun pilihannya, semoga pilihan itu selalu mendekatkan kita pada sang pencipta.
Lalu apa hubungannya dengan mencintai diri sendiri?  Mencintai diri sendiri disini sebenarnya lebih dimaksudkan kepada penerimaan atas diri sendiri, atas keadaan/ kondisi, strenght and weakness, begitupun juga kejadian dan sejarah dalam hidup. Kita sebut saja self acceptance. Harapannya, dengan menerima diri kita sendiri sepenuhnya kita bisa selalu bersyukur kepada Sang Pencipta. Begitu luar biasanya perjalan hidup kita, sejak dari kandungan bunda hingga saat ini. Begitu Maha Pemurahnya Tuhan,  kita tidak dikasih PR,  besok bangun pagi kalau mau nafas, harus beli oksigen dimana,  juga sewaktu kita masih dikandungan, food supply selalu siap, 1 X 24 jam nonstop. Cerita hidup yang jatuh bangun seharusnyalah menjadi penyemangat pagi untuk lebih baik setiap harinya.
Self Acceptance akan menjadi obat buat yang kurang percaya diri, karena tahu bahwa setiap manusia punya strenght and weakness, itu juga berlaku buat dirinya sendiri. Self acceptance juga akan membuatnya bersahabat baik dengan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu extra tenaga untuk “berperang” dengan diri sendiri karena merasa tidak pernah puas atas dirinya, atas hidupnya. Padahal masa lalu adalah sejarah. Berapa banyak diantara kita yang tiba-tiba jadi ahli sejarah? Kita muter-muter aja dengan sejarah masa lalu kita, seperti gasing yang diputer. Habis energi terkuras mikir yang mubazir. Padahal sejarah itu hari kemarin. Ada hari ini agar bisa lebih baik dari kemarin. Bukankah hidup bahagia sangat tergantung dari sudut mana kita memandang hidup itu sendiri? Seberapa besar usaha kita untuk mensyukurinya.

Ingatkah Anda ketika, berkaca di depan cermin, mengomentari diri sendiri dengan nada tidak puas. Setiap lekuk wajah, bentuk mata, ukuran hidung, bibir, jerawat di pipi, rasanya semua mengecewakan. Dan hari itu setelah selesai berkaca, rasanya kaki terasa berat untuk melangkah karena merasa tidak percaya diri, tidak PD dengan kondisi fisik yang dimiliki. Tidak bisa menerima kondisi diri seperti itu.
Mungkin saat ini pun Anda masih sering mencela atau mengkritik diri sendiri dengan nada tidak puas. Setiap pekerjaan rasanya tidak ada yang bagus, tidak ada yang baik, akhirnya penilaian terhadap diri sendiri menjadi buruk, penerimaan diri sendiri pun menjadi negatif. Akhirnya anda juga sering mencela atau mengkritik orang lain. Pujian menjadi hal yang ‘mahal’ untuk diucapkan kepada orang lain. 

Mengapa seseorang sulit menerima dirinya sendiri ? Tidak pernah puas dengan apa yang diperoleh dan dimilikinya ? Tidak pernah menghargai usahanya sendiri bahkan usaha orang lain ? Banyak kemungkinan yang menyebabkan seseorang sulit untuk menerima diri sendiri. Barangkali anda berasal dari keluarga dimana orang tua lebih sering mengkritik anak-anaknya ketimbang memuji. Anda tumbuh menjadi orang yang tidak terbiasa untuk cepat puas, selalu merasa kurang, dan akhirnya sulit untuk menerima diri sendiri bila ada kekurangan di dalamnya. Apa pun kondisi anda di masa lalu, saat ini sebagai seseorang yang ingin maju dan berkembang, anda dituntut untuk dapat menerima diri sendiri.
Orang yang sehat mental adalah orang yang mau menerima kondisi dirinya sendiri dengan bahagia. Orang yang mampu untuk menerima diri sendiri, biasanya adalah orang yang juga mampu untuk menerima orang lain apa adanya. Tidak memaksakan orang lain untuk melakukan yang diminta, menghargai usaha orang lain, bersikap hormat, tidak dikendalikan oleh ambisi yang tidak realistis, tidak terlalu banyak mengeluh, tidak mudah tersinggung, belajar mengendalikan kemarahan dengan benar, tidak terobsesi oleh masa lampau, serta tidak menuntut orang lain untuk memenuhi semua kebutuhannya. 
Coba periksa diri anda sendiri. Apakah anda menjawab “YA” untuk setiap kondisi berikut di bawah ini (“Seni Mengasihi Diri Sendiri”, Cecil G. Osborne, 2001) Semakin banyak anda menjawab “YA” untuk kondisi berikut ini, berarti anda belum memiliki penerimaan diri sendiri yang baik.
1. Apakah Anda dinilai terlalu sensitif oleh teman-teman atau keluarga ?
2. Apakah Anda suka berbantah ?
3. Apakah Anda suka mengecam ?
4. Apakah Anda tidak toleran terhadap orang lain ? Terhadap ide-ide mereka ?
5. Apakah Anda termasuk orang yang sangat mudah marah ?
6. Apakah Anda sulit memberi maaf ?
7. Apakah Anda cemburu buta ?
8. Apakah Anda pendengar yang tidak baik ?
9. Apakah Anda materialistis secara berlebihan ? Takut miskin ?
10. Apakah Anda sangat terpukau pada titel, gelar, kehormatan, dan pangkat ?
11. Apakah Anda orang yang tidak mau kalah ?
12. Apakah Anda sulit menerima pujian ?
Ada sebuah illustrasi. Seorang turis Amerika sedang mengunjungi sebuah puri kuno di Inggris bersama rombongan tur. Puri kuno tersebut memiliki hamparan rumput yang sangat luas dan sangat indah. Turis Amerika ini sedang mengagumi hamparan rumput tersebut. Kemudian ia menghampiri kepala kebun puri yang sedang bekerja di dekat situ. Ia bertanya kepada kepala kebun tersebut, “Bagaimana caranya kalian membuat hamparan rumput sebagus dan seindah ini ? Saya sangat mengagumi hamparan rumput yang hijau dan elok ini.” Jawab si kepala kebun, “ Ah Pak, biasa saja. Kami hanya menanam bibit rumput yang terbaik, memberi pupuk, menyiramnya, serta merawatnya selama 50 tahun...”
Menerima diri sendiri merupakan suatu proses yang harus diusahakan atau diperjuangkan. Butuh kerja keras untuk menerima diri apa adanya. Tujuannya adalah supaya memiliki pertumbuhan mental yang baik, mampu menerima orang lain apa adanya, menjalin relasi interpersonal yang lebih baik, serta dapat menikmati hidup. 



Bagaimana untuk bisa menerima diri sendiri ?
B. Cara Menerima Diri Sendiri
Kelebihan merupakan anugerah yang akan mengisi dan melengkapi kekurangan. Bermuhasabah akan senantiasa menumbuhkan kesadaran diri bahwa sejak awal terlahir pun kita tidak memiliki apa-apa. “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” (An-Nahl:78). Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekurangan dan kelebihan patut kita syukuri. Bersyukur atas keadaan yang kita terima merupakan langkah utama untuk belajar menerima diri secara utuh.Tanpa mensyukuri dan menyadari kekurangan diri, kita tidak akan benar-benar mengerti kelebihan diri. Allah SWT menciptakan kekurangan agar kita selalu introspeksi, tidak takabur dan menyombongkan diri karena hanya Yang Maha Sempurna yang berhak memiliki segalanya.
Dalam syukur itu ada kesabaran. Untuk bisa menerima kekurangan, perlu kesabaran danpengertian. Kesabaran berarti ketulusan dalam berupaya dan berserah diri. Kita dan orang-orang yang kita sayangi tidak selalu bisa sejalan dengan keinginan dan tidak selalu bisa menyenangkan hati satu sama lain. Kekurangan diri tidak mungkin selalu bisa ditutupi dengan terus menonjolkan kelebihan diri. Kita terbatas dalam kemampuan dan tiada batas dalam keinginan, sehingga diperlukan pengertian dan kesabaran untuk memahami semua itu. Kita berhak untuk berubah, serta memperbaiki kekurangan diri sendiri dan orang lain, tetapi kita juga harus ingat untuk memaksimalkan kelebihan yang kita punya. Jangan sampai waktu dan energi terfokus untuk menambal dan menutupi kekurangan, sehingga kita lupa bahwa kita punya keistimewaan yang berguna. Pengertian berarti kita menerima apa adanya, kelebihan dan kekurangan diri kita dan orang lain tanpa memaksakan kehendak untuk mengubahnya, apalagi demi orang yang tidak mau belajar menerima kekurangan diri kita.
Pengertian akan tumbuh sejalan dengan rasa menghargai. Menghargai diri sendiri dan orang lain merupakan pengakuan bahwa ada sisi kelebihan yang bisa kita manfaatkan untuk membuat diri kita berguna, serta masih banyak orang lain yang melebihi kita dalam segala hal. Penghargaan yang tulus merupakan wujud penerimaan dan syukur atas apapun keadaan diri, sehingga kita dapat bersikap bijaksana, tidak merasa inferior dengan kekurangan diri, tidak underestimate terhadap kekurangan orang lain dan tidak dengki atas kelebihan orang lain.
Pengertian dan penghargaan kita atas diri sendiri dan orang lain bisa membuat kita menyadari hakikat kemanusiaan kita yakni selalu membutuhkan orang lain. Sebagai makhluksosial, kita tidak bisa menghindar dari kebutuhan berinteraksi dan berelasi dengan orang lain di sekeliling kita. Hidup itu untuk saling mengisi dan melengkapi karena kita tidak akan mampu hidup sendiri. Kekurangan yang kita miliki bisa dilengkapi dengan kelebihan orang lain, dan kelebihan yang kita punya dapat mengisi kekurangan orang lain. Dalam hubungan dengan pasangan, sahabat, kerabat atau rekan kerja, kesadaran akan saling membutuhkan ini merupakan energi untuk memahami dan menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Jika kita renungi dan kita hayati, kekurangan diri merupakan alarm hati yang akan mengingatkan kita akan kematian. Dengan mengingat kematian, kita dapat membangkitkan kesadaran bahwa semua makhluk akan binasa, sehingga tidak hanya kekurangan yang melekat pada diri kita, tetapi kehancuran yang pasti suatu saat nanti.

Ada beberapa saran yang bisa Anda terapkan. Diharapkan Anda juga berusaha untuk mengembangkan cara-cara untuk menerima diri sendiri. 
1. Gunakan kacamata paradigma baru
Mulailah untuk memandang diri sendiri secara berbeda. Tidak lagi cepat menilai negatif pada diri sendiri. Beri kesempatan pada diri sendiri bahwa Anda layak untuk dihargai. Fokuskan diri pada sisi positif dan negatif secara berimbang. 

2. Tetapkan standar atau target yang realistis
Ada kalanya seseorang sulit untuk menerima diri sendiri karena kegagalan untuk meraih target atau standar yang ditetapkannya sendiri. Perlu dicermati, target atau standar yang ditetapkan itu terkadang tidak realistis, terlalu muluk-muluk sehingga sangat sulit untuk dicapai. Untuk orang-orang yang menaruh penghargaan diri sendiri berdasarkan prestasi semata, hal ini bisa sangat meruntuhkan rasa percaya diri. Tetapkanlah standar atau target yang realistis. Bila tidak tercapai, janganlah terlalu “down” atau merasa sangat kecewa hingga tidak memberi kesempatan pada diri sendiri untuk mencoba lagi. 
3. Lakukan sesuatu yang membuat Anda lebih menyukai diri Anda
Berdandan, berpakaian rapi, menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan aktivitas lain yg mampu menimbulkan perasaan “betapa berharganya aku”.
4. Beri pujian pada orang lain dan diri sendiri
Dengan melakukan hal ini anda akan menghargai diri anda sendiri dan juga orang lain. 
5. Gunakan kata-kata yang positif pada diri sendiri
Misalnya ketika anda diserahkan tanggung jawab untuk mengerjakan proyek tertentu, katakan pada diri sendiri bahwa, ”Saya mampu dan bisa mengerjakan tugas ini dengan baik.”


6. Bersyukurlah dengan apa yang Anda miliki
Orang yang bersyukur dengan keberadaan dirinya biasanya lebih mudah untuk menerima dirinya sendiri. Ia juga tidak mudah untuk marah, tidak mudah tersinggung, dan mampu memberi bagi orang lain.
7. Galilah Potensi Diri
Menggali potensi diri, dengan cara selalu belajar, meningkatkan kemampuan diri dan memanfaatkan kesempatam-kesempatan serta peluang-peluang yang ada.
8. Luangkanlah waktu bersama dengan orang lain
Dalam hal ini dalam melakukan kegiatan-kegiatan dalam hal-hal yang positif.
9. Membaca
Membaca buku-buku pengembangan diri, karena pengembangan diri adalah proses seumur hidup.

”Selalu ada kesempatan untuk orang yang mau merubah dirinya”









C. Tanda-tanda Menerima Diri Sendiri

Dalam hidup sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan atau anjuran untuk menerima diri sendiri apa adanya, siapapun kita, anjuran ini terdengar indah, namun kadang sukar untuk dilakukan.
Menerima diri sendiri adalah ketika kita bisa menyadari bahwa setiap mahluk memiliki kelebihan dan kekurangan, demikian pula dengan diri kita. Selama kita hanya melihat diri kita ada kelebihan dan tidak memiliki kekurangan, maka kita akan menjadi sombong, dan ini hasil dari ketidakjujuran. Sebaliknya, kalau kita menjadi minder, karena merasa bahwa diri kita ini hanya ada kekurangan, dan sedikit mempunyai kelebihan, maka itu juga bagian dari ketidakjujuran. Orang yang menyadari keseimbangan kelebihan dan kekurangannya sendiri, maka dia akan memiliki batin yang seimbang pula, dan akan lebih percaya diri, dan inilah hasil kejujuran pada diri sendiri.
Kalau kita sudah bisa melihat kelebihan dalam diri kita, maka kondisikanlah selalu kelebihan kita itu bisa terus muncul dan bahkan ditingkatkan, sehingga dengan bertambahnya waktu, kita pun akan semakin baik kualitas hidup maupun kualitas batinnya. 
Sebaliknya, kalau kita telah melihat kekurangan diri kita sendiri, maka kita pun hendaknya terus berusaha mengendalikan diri agar tidak mengkondisikan keburukan kita muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kelebihan yang kita miliki hendaknya terus ditingkatkan, sedangkan kekurangan yang dimiliki hendaknya terus diperbaiki. Maka dengan demikian, kita bukan hanya bisa menerima kekurangan dan kelebihan kita sendiri, namun, kita juga bisa memperbaiki kualitas diri kita sehingga semakin bertambah usia, semakin baik kualitas diri kita.
Menurut John Powell dalam bukunya “Happiness Is an Inside Job” menerima diri sendiri mengandung arti kepuasan yang penuh suka cita menjadi saya.

Tanda-tanda menerima diri sendiri itu bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Ada 10 tanda yang menurut John Powell tampak dalam diri orang-orang yang menerima diri mereka seperti apa adanya.
Dengan mengetahui tanda-tanda ini, kita bisa belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya, siapa pun kita, cantik atau jelek, pintar atau bodoh, atau biasa-biasa saja.

1. Selalu bahagia
Bahagia disini dalam pengertian tidak membandingkan dirinya dengan orang lain. Para ahli mengatakan, dengan membandingkan diri berarti matinya rasa kepuasan diri yang sejati.
Pada orang yang menerima diri apa adanya, tidak banyak hal yang membuatnya tidak bahagia. Jika ada orang yang mengkritik, orang yang menerima diri akan menganggap, bahwa itu adalah masukan yang berguna bagi pertumbuhan pribadinya. Dia akan berpandangan bahwa kritik yang sehat adalah sarana untuk memajukan diri sendiri menjadi pribadi yang lebih bijak dan berwawasan

2. Mudah bergaul dengan orang lain
Semakin besar rasa menerima diri sendiri, semakin senang kita berada di tengah orang lain karena kita merasa orang-orang itu juga menerima kita, dan senang bersama kita. Perasaan ini mambuat kita masuk ke ruang yang penuh orang dengan rasa percaya diri. Kita menganggap diri kita sebagai pemberian untuk diterima orang lain dan orang lain sebagai pemberian untuk kita terima dengan lemah lembut.
Tapi, disaat sendiri, orang yang menerima diri apa adanya juga tetap gembira. Keadaan yang tidak ada orang lain itu terasa damai dan tenteram baginya. Sebaliknya, bagi yang tidak menerima diri sendiri, keadaan sendiri itu berarti sepi dan menyedihkan. Orang yang sendiri, kesepian, kosong, akan mencari penangkal-penangkal kesepian.

3. Terbuka untuk dicintai dan dipuji
Kalau kita menerima eksistensi kita sendiri sebagai pribadi, maka kita seyogyanya juga berpikiran terbuka, tidak merasa curiga kalau seseorang dengan tulus memuji kita. Karena dalam hidup ini, kita semua belajar untuk mengatasi kelemahan2 diri sendiri, tapi sebaliknya juga terbuka untuk pujian atas kelebihan2 kita.

4. Mampu menjadi diri sendiri yang sejati
Jika kita benar-benar menerima diri sendiri apa adanya, kita akan memancarkan keunikan yang hanya dapat memancar dari penerimaan diri sejati. Dengan kata lain, sebelum mampu menjadi diri sendiri, kita harus bisa menerima diri sendiri dulu. Contohnya, jika kita mencintai atau mengagumi orang lain, maka kita akan bersikap tulus, menyampaikan kesukaan dan kekaguman secara wajar padanya. Kita tidak usah takut salah paham atau salah tafsir dengan ke-terus terangan kita

5. Mampu menerima saya yang saat ini, hari ini
Saya yang kemarin adalah sejarah. Saya yang hari esok belum diketahui. Saya terlepas dari masa lalu. Saya adalah siapa saya hari ini. Sekarang ini. Siapa saya dimasa lalu, termasuk semua kesalahan saya, sudah tidak penting.
Mengingat secara terus menerus kesalahan yang kita buat dimasa lampau hanya akan membuat kita menghakimi diri sendiri dengan keras.

6. Dapat menertawai diri sendiri dengan mudah
Terlalu serius dengan diri sendiri merupakan pertanda kita merasa tidak aman. Ada pepatah Cina kuno yang mengatakan, "Berbahagialah mereka yang dapat tertawa kepada diri mereka sendiri. Mereka tidak akan pernah berhenti dihibur." Orang yang mampu menertawai diri sendiri akan bisa menerima dan mengakui kelemahan dan kebodohanya.

7. Mampu mengenali dan mengurusi kebutuhan-kebutuhannya sendiri
Orang yang menerima dirinya sendiri mengenal kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan fisik, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual. Mengabaikan kebutuhan diri sendiri adalah langkah bunuh diri. Kita bisa mengenali kebutuhan diri sendiri kalau kita mencintai dan sayang pada diri sendiri. Rasa sayang ini akan membuat kita juga mampu menyayangi dan menghormati orang lain secara wajar.
8. Mampu menentukan nasib sendiri
Orang yang menerima diri sendiri mengambil petunjuk dari dalam dirinya sendiri. Bukan dari orang lain. Jika kita benar-benar bergembira dengan diri sendiri, kita akan melakukan apa saja yang kita pikir baik dan selaras. Bukan menurut apa yang dikatakan atau dipikirkan orang lain. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Ar-Ra’d 11).

9. Bisa berhubungan dengan kenyataan
Sikap menerima diri sendiri membuat kita tidak suka melamun atau mengkhayalkan seandainya hidup kita seperti orang lain. Kita menerima dengan tabah kenyataan-kenyataan dalam hidup ini dengan tetap berpegang pada logika kita

10. Bersikap tegas
Orang yang menerima dirinya sendiri tegas dalam menyatakan sesuatu. Kita dengan tegas menyatakan hak2 kita untuk dipandang secara serius. Hak untuk berpikir dan memilih. Kita juga tidak merasa terpaksa mengalah atau terpaksa menjadi penolong orang yang tidak berdaya. Banyak orang enggan bersikap tegas karena takut keliru. Kita pendam semua pendapat dan keinginan kita. Menerima diri dengan gembira menantang kita bersikap tegas dalam menyatakan sesuatu. Menghormati diri sendiri. Menyatakan diri secara tulus dan berani bersikap terbuka.








D. Manfaat Menerima Diri Sendiri 
1.    Kita merasa senang terhadap diri sendiri, kita merasa lebih sehat, lebih semangat dan sepertinya tidak banyak masalah dan beban hidup yang harus kita tanggung.
2.     Kita merasa sangat berharga, atau sekurang-kurangnya kita sama dan sejajar dengan orang lain, disamping dari segala aspek kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang kita miliki.
3.     Menerima diri berarti menerima kelebihan dan kekurangan serta kekuatan yang kita miliki, namun bukan berarti dengan kekurangan yang kita miliki menjadi penghalang untuk maju, justru kekurangan tersebut dapat kita jadikan sebagai penyemangat agar kekurangan tersebut dapt kita tutupi atau kita kurangi seminimal mungkin.
4.     Orang yang berhasil menerima dirinya, akan mempu melaksanakan pekerjaan sebaik orang lain, atau bahkan lebih. Karena ada keyakinan dalam dirinya.
5.    Dengan berhasil menerima diri sendiri, berarti kita telah berdamai dengan diri sendiri.
6.    Jika saya mampu menerima diri sendiri, maka saya akan mampu menerima orang lain.
Secara lebih lengkap manfaat-manfaat dari pengungkapan diri dapat disebutkan sebagai berikut:

Ø Menerima Diri Sendiri (self-acceptance). Dalam proses pemberian informasi kepada orang lain, anda akan lebih jelas dalam menilai kebutuhan, perasaan, dan hal psikologis dalam diri anda. Selain itu, orang lain akan membantu anda dalam memahami diri anda sendiri, melalui berbagai masukan yang diberikan, terutama jika hal itu dilakukan dengan penuh empati dan jujur. Jika orang lain dapat menerima anda maka kemungkinan besar anda pun dapat menerima diri anda.

Ø Membangun hubungan yang lebih dekat dan mendalam, saling membantu dan lebih berarti bagi kedua belah pihak. Keterbukaan merupakan suatu hubungan timbal balik, semakin anda terbuka pada orang lain maka orang lain akan berbuat hal yang sama. Dari keterbukaan tersebut maka akan timbul kepercayaan dari kedua pihak sehingga akhirnya akan terjalin hubungan persahabatan yang sejati.

Ø Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi yang memungkinkan seseorang untuk menginformasikan suatu hal kepada orang lain secara jelas dan lengkap tentang bagaimana ia memandang suatu situasi, bagaimana perasaannya tentang hal tersebut, apa yang terjadi, dan apa yang diharapkan.

Ø Memecahkan berbagai konflik dan masalah interpersonal. Jika orang lain mengetahui kebutuhan anda, ketakutan, rasa frustrasi anda, dsb, maka akan lebih mudah bagi mereka untuk bersimpati atau memberikan bantuan sehingga sesuai dengan apa yang anda harapkan.

Ø Memperoleh energi tambahan dan menjadi lebih spontan. Harap diingat bahwa untuk menyimpan suatu rahasia dibutuhkan energi yang besar dan dalam kondisi demikian seseorang akan lebih cepat marah, tegang, pendiam dan tidak riang. Dengan berbagi informasi hal-hal tersebut akan hilang atau berkurang dengan sendirinya.